Menpora: Indonesia Merupakan Peradaban Islam Toleran

A PHP Error was encountered
Severity: Notice
Message: Undefined offset: 1
Filename: views/frontpage_detail.php
Line Number: 9
Foto oleh
Menpora: Indonesia Merupakan Peradaban Islam Toleran
Islam adalah Agama Damai
Rabu, 20 Januari 2010, 15:03 WIB
JAKARTA--Menpora Andi Mallarangeng menegaskan bahwa negara Indonesia sebagai negara berpenduduk Muslim terbesar merupakan negara yang penduduknya memiliki toleransi tinggi antarumat beragama. ''Kita tunjukkan dan kita kenalkan kepada dunia tentang Indonesia yang merupakan peradaban Islam yang toleran,'' tegas Menpora usai menerima sekitar 150 peserta dari 16 negara The 3rd International Youth Moslem Gathering di Kantor Menpora Jakarta, Rabu (20/1).
''Kita tunjukkan bahwa Islam adalah agama yang damai dan bisa hidup berdampingan dengan umat lainnya,'' tambah Menpora. Ditegaskan Menpora bahwa sekarang merupakan saatnya bagi Muslim dunia khususnya kaum mudanya untuk mengubah dunia.
Ditambahkan Andi bahwa Allah SWT menciptakan manusia sebagai khalifah di muka bumi. ''Sebagai khalifah, kita harus memanage bumi ini dengan baik, memelihara bumi ini dengan baik. Membuat bumi ini lebih cantik dan bukan membuat bumi ini menjadi hancur,'' tutur Menpora.
Menpora mengaku senang Indonesia sebagai tuan rumah pertemuan pemuda Muslim sedunia tersebut. Menpora juga mengaku gembira bahwa salah satu fokus yang dibahas dalam pertemuan yang berlangsung tanggal 18 hingga 24 Januari 2010 ini adalah soal pendidikan di negara-negara Muslim dan soal perubahan iklim dunia. ''Ini sangat penting, agar bagaimana kita sebagai pemuda Muslim mampu menjaga dan melestarikan alam ini,'' tegas Andi.
Pada kesempatan yang sama Rijalul Imam, Ketua Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI), selaku ketua panitia menegaskan bahwa pertemuan pemuda Muslim ketiga ini baru pertamakalinya diselenggarakan di luar Turki. Dua kali Pertemuan Pemuda Muslim sebelumnya, yaitu pada tahun 2008 dan 2009 diselenggarakan di Turki.
''Pada penyelenggaraan pertama dan kedua di Istambul Turki, lebih kepada napaktilas peradaban Islam. Sementara pada pertemuan ketiga ini para peserta selain diajak ke sejumlah tempat bersejarah dan bertemu dengan sejjumlah menteri, mereka juga melakukan diskusi terkait dengan isu global belakangan ini,'' papar Rijalul.
Dicontohkan Rijalul antara lain diskusi soal bagaimana kemampuan umat Islam dari masing-masing negara peserta mampu mengakses pendidikan di negaranya masing-masing. Menurutnya, nantinya dari hasil diskusi akan dihasilkan suatu rekomendasi yang akan dideklarasikan pada akhir acara hari Sabtu mendatang.
Konferensi pemuda Muslim dunia ini diikuti oleh sekitar 150 peserta dari 16 negara. Antara lain dari Irak, Palestina, Turki, Macedonia, Sudan, Yaman dan lainnya.
http://www.republika.co.id/berita/101691/menpora_indonesia_merupakan_peradaban_islam_toleran
Anda harus login untuk memberi komentar