Laporan Sosialisasi Permendagri no 7A tahun 2007

Foto oleh parina files
Joko Wardoyo, S.E. (Wa. Bendahara PP KAMMI), H. Untung Wiyono (Bupati Sragen), dan Ir. I Gede Suratha (Direktur Pengembangan Budaya Politik DEGDAGRI) dalam acara bertema "Sosialisasi dan Bimbingan Teknis PERMENDAGRI No. 7A tahun 2007 tentang Tata Cara Penyampaian Informasi dan Tanggapan atau Saran dari Masyarakat atas Laporan Penyelenggaraan Pemerintah Daerah", yang diadakan oleh Dirjen Kesbangpol DEPDAGRI, pada tanggal 2-3 November 2009 di Hotel Mercure, Jakarta.
Jakarta, PP KAMMI bersama 28 Ormas, LSM, LNL dan 6 Pemda Provinsi menghadiri undangan Dirjen Kesbangpol Depdagri dengan tema Sosialisasi dan Bimbingan teknis PERMENDAGRI No. 7A tahun 2007 tentang Tata Cara Penyampaian Informasi dan Tanggapan atau Saran dari Masyarakat atas Laporan Penyelenggaraan Pemerintah Daerah. Diskusi selama 2 hari, yaitu pada hari Senin-Selasa, tanggal 2-3 November 2009 ini dibuka oleh Ir. I Gede Suratha, MMA (direktur Pengembangan budaya Politik, DEPDAGRI) tepat pada pukul 20:00 WIB.
Diskusi pertama membahas tentang Draft buku “Budaya Politik Demokrasi Berdasar Pancasila” yang dipresentasikan oleh Prof. Soeprapto dari Lembaga Pengkajian dan Pengembangan Bangsa (LPPB) kemudian dilanjutkan dengan pembahasannya.
Diskusi ke-2 pada hari Selasa dibuka pukul 08:00 WIB, dengan dipimpin oleh Bpk. Agung Mulyana, M.Sc. staf Ahli MENDAGRI bidang Pemerintahan yang membahas tentang Pasal 7A tahun 2007. Setelah pemaparan oleh Bpk. Agung, PP KAMMI yang diwakili oleh Joko Wardoyo, S.E. (wakil Bendahara PP KAMMI) menyampaikan saran dan harapan, bahwa:
1. Untuk meningkatkan akuntabilitas kinerja pemda agar dibuat laporan keuangan double entry, agar masyarakat dapat melihat pemasukan dan pengeluaran pemda secara rinci.
2. Agar dalam penyampaian informasi, pemda mencantumkan nama-nama perusahaan yang melaksanakan proyek-proyek pemerintah sehingga masyarakat dapat mengawasi secara langsung.
3. Melihat bahwa dari ratusan pemda di Indonesia hanya 20 pemda yang menyampaikan kegiatannya kepada masyarakat, dan dari 20 pemda hanya 4 pemda yang mendapatkan respon dari masyarakat. Ini menandakan bahwa rasa nasionalisme masyarakat sangat rendah, KAMMI menyarankan agar DEPDAGRI mengadakan kegiatan-kegiatan untuk meningkatkan kepedulian dan rasa memiliki terhadap pemerintahan Bangsa dan Negara Indonesia.
Diskusi Ketiga, mengenai Keberhasilan Pemkab. Sragen dalam penyampaian kegiatan dan crisis center disampaikan oleh Bupati Sragen H. Untung Wiyono. Semua peserta terpukau dengan keberhasilan Kab. Sragen dalam berbagai bidang misalnya crisis center, adanya CCTV, basis internet, bidang pendidikan yang menggratiskan siswanya selama 12 tahun, Sekolah Standar Internasional, adanya infrastruktur yang baik, dll.
Acara yang diadakan di Hotel Mercure, Jakarta ini ditutup pada pukul 12.00 wib dan diakhiri dengan makan siang bersama.
Hormat saya,
Joko Wardoyo, S.E.
Anda harus login untuk memberi komentar